Respon Terhadap Anugerah (Efesus 2:10)

Paulus dalam pasal 2 ini ingin menjelaskan bahwa kita dulu mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita. Hidup kita dipenuhi dengan pelanggaran dan dosa. Namun Yesus menyelamatkan kita semua dari setiap pelanggaran dan dosa tersebut. Bukan hanya diselamatkan, kita yang telah mati juga dibangkitkan bersama dengan Yesus. Semua itu Ia lakukan karena kasih-Nya pada setiap umat percaya. Kebangkitan yang dialami mengharuskan kita setiap orang percaya untuk meninggalkan kehidupan yang lama, kehidupan yang penuh pelanggaran, kehidupan yang penuh dosa. Kebangkitan ini menjadikan kita ciptaan yang baru di dalam Kristus Yesus. Ketika menjadi ciptaan baru, bukan hanya meninggalkan kehidupan yang lama tapi juga harus ada respon yang diberikan terhadap anugerah yang telah Tuhan berikan kepada setiap kita.

Respon apa yang harus diberikan atas anugerah keselamatan yang telah kita terima dari Tuhan? Banyak respon yang dapat ditunjukan atas anugerah keselamatan yang kita terima salah satunya adalah dengan mengucapkan syukur. Tapi pengucapan syukur saja tidak cukup, harus ada aksi yang dilakukan sebagai respon yang konkrit terhadap anugerah tersebut. Mari sama-sama kita memperhatikan ayat yang tadi.

  1. Melakukan Pekerjaan Baik

Saat kita mendengar kata pekerjaan baik pasti yang terlintas dalam benak setiap kita adalah memberi sumbangan kepada orang yang tidak mampu, menolong orang yang kesusahan. Pokoknya melakukan hal yang membawa keuntungan bagi diri kita, melakukan hal yang memuliakan diri sendiri dan membanggakan bagi kita. Banyak orang yang melakukan pekerjaan baik itu untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Tapi yang dimaksud Paulus dengan pekerjaan baik disini bukanlah hal-hal yang seperti saya sebutkan tadi. Yang dimaksud dengan pekerjaan baik disini adalah dimana kita melakukan kehendak Tuhan, melakukan apa yang baik menurut Tuhan bukan apa yang baik menurut manusia.

Pada ayat-ayat sebelumnya dijelaskan bahwa kita diselamatkan bukan karena perbuatan kita, bukan karena usaha kita, bukan karena pekerjaan kita tapi karena kasih karunia dari Tuhan kita. Bukan berarti karena kita sudah diselamatkan maka kita tidak perlu melakukan apa-apa lagi. Kita hanya duduk manis dengan keselamatan yang sudah kita terima tanpa mempedulikan orang-orang di luar sana yang belum mendapatkan keselamatan bahkan belum mengenal siapa itu Yesus.

Sebagai orang yang sudah ditebus dan diselamatkan, saya dan saudara memiliki kewajiban untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Tuhan tentukan sebelumnya. Pekerjaan baik seperti apa? Pekerjaan baik yang Tuhan ingin kita lakukan adalah membagikan keselamatan yang sudah kita terima kepada orang-orang di luar sana, kepada orang-orang yang belum percaya. Ini bukan berarti kita melakukan pekerjaan baik karena kita berhutang kepada Tuhan, melainkan kasih Allah itulah yang menanamkan kewajiban kepada kita untuk berusaha melakukan pekerjaan baik sepanjang hidup kita. Tujuan dari melakukan pekerjaan baik ini adalah untuk memuliakan Tuhan.

Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa melakukan semua pekerjaan baik ini?

  1. Hidup Dalam Yesus

Tentulah tidak mudah bagi kita untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi setiap kita. Dalam melakukan kehendak Tuhan sering kali saya dan saudara mengandalkan kemampuan masing-masing pribadi. Bahkan kita sering memegahkan diri atas keberhasilan yang dicapai. Kita sering berkata “ Lihat nich, saya bisa kan melakukan semuanya sendiri. Saya ga butuh bantuan siapa pun. Saya mampu koq sendirian.” Kita sering merasa diri sombong karena mampu melakukan segala hal. Padahal kita lupa bahwa semua yang kita capai, semua yang kita miliki, semua yang kita raih itu semata-mata pemberian dari Tuhan sebagai bukti kasih-Nya pada saya dan saudara.

Tidak mungkin bagi kita untuk melakukan segala sesuatunya sendirian, apalagi dalam melakukan pekerjaan baik yang telah Tuhan tentukan sebelumnya. Pekerjaan baik itu hanya dapat dilakukan jika umat percaya hidup di dalam-Nya. Saat kita hidup di dalam Yesus, Ia yang akan memberikan kemampuan bagi setiap kita untuk dapat melakukan pekerjaan baik tersebut. Tuhan yang memberikan pekerjaan baik tersebut, Tuhan pulalah yang akan memberikan kemampuan untuk melakukannya. Dalam melakukan pekerjaan baik ini bukanlah masalah bisa tidak bisa tapi mau atau tidak mau. Saat kita mau untuk melakukan pekerjaan baik ini maka Tuhan akan turut serta dalam pekerjaan baik ini.

Sering dalam kehidupan kita, saya dan saudara menyia-nyiakan keselamatan yang telah diterima. Kita masih hidup menurut cara hidup yang lama, hidup dengan pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa yang dulu. Hal ini memperlihatkan bahwa pengorbanan yang telah Yesus lakukan, kebangkitan kita bersama dengan Yesus menjadi sia-sia.

Namun melalui pemberitaan Firman Tuhan pagi ini mengajarkan bagaimana seharusnya kita bersikap, bagaimana seharusnya respon kita atas keselamatan yang telah Tuhan berikan bagi setiap orang percaya. Bukan hanya mengucapkan syukur atas anugerah keselamatan yang telah diterima tapi juga melakukan pekerjaan baik yang telah Tuhan tentukan sebelumnya dan hidup di dalam-Nya serta hidup di dalam pekerjaan baik itu. Marilah setiap kita mulai sekarang belajar untuk memberikan respon atas setiap anugerah yang telah Tuhan berikan bagi saya dan saudara.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Respon Terhadap Anugerah (Efesus 2:10)

  1. Yan berkata:

    Lanjutkan terus. Makin lama tulisan kamu makin bagus..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s